Renungan Mingguan – Minggu Biasa XXX

Menjadikan Dunia Satu Keluaga

Renungan Mingguan – Minggu Biasa XXX

Menjadi Teladan Bagi Semua

Saudara dan Saudari yang terkasih, selamat hari Minggu, selamat memasuki Minggu biasa pekan ke 30. Semoga kita semua, dalam segala aktivitas kehidupan senantiasa diberkati oleh Tuhan yang Maha Kasih.

Tema renungan mingguan kali ini mengajak setiap dari kita orang Katolik untuk menjadi teladan bagi semua. Apa artinya menjadi teladan? Dalam bacaan kedua, 1 Tesalonika. 1:5c-10, ditunjukkan teladan sebagai penurut Tuhan, pribadi yang menerima firman Tuhan dengan sukacita dalam suka dan duka situasi hidupnya. Itu artinya keteladanan menyangkut dua hal yang bersifat temporal, yaitu pertama-tama soal keterbukaan hati untuk menerima firman Tuhan dan kedua, sebagai lanjutannya, kerelaan dan kerendahan hati melaksanakan firman Tuhan.

Melalui dua bacaan lain hari Minggu ini kita diajak, diminta, untuk menjadi teladan dalam hidup kasih. Misalnya, Kitab Keluaran. 22:21-27 dan Injil Mat. 22:34-40, memberi highlight pada firman Tuhan tentang kasih. Kasih terhadap Allah dan kasih terhadap sesama sebagaimana mengasihi diri kita sendiri. Kasih terhadap sesama mendapatkan bentuk pelaksanaanya dalam kitab keluaran “Janganlah kau tindas dan kau tekan seorang asing …, seorang yatim atau janda (bdk. Keluaran. 22:21-27). Kasih sebagai hukum utama dan terutama melampaui batas-batas hubungan dan relasi tertentu. Mengasihi adalah perintah universal yang harus dialami oleh semua orang yang hidup dan berjumpa dengan kita. Mengasihi harus terlaksana dalam pengalaman hidup kita dihadapan pengalaman-pengalaman kemanusiaan. Perintah untuk mengasihi suatu kepastian yang harus kita turuti dengan sukacita.

Saudara dan saudari, panggilan kita untuk menjadi teladan bagi semua tentu saja tidak hanya menyangkut apa yang dikatakan bacaan-bacaan hari ini, soal menjadi teladan hidup kasih saja. Tetapi mungkin kita dapat menjadi teladan dalam bentuk hidup lain yang difirmankan oleh Yesus. Kita tahu bahwa, kata-kata dan cara hidup Yesus adalah firman itu sendiri. Oleh karena itu semestinya ada banyak hal dari pribadi Yesus yang dapat dijadikan sebagai model sehingga dengan model itu kita menjadi teladan bagi semua.

Saudara dan saudari yang terkasih, mari kita membuka hati kita terhadap firman Tuhan dan melaksanakannya dalam kerelaan hati yang sukacita. Teladan.

Fr. Yoris Paranda – Frater Tingkat IV

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.