Efata : Terbukalah!

Efata : Terbukalah!

Selamat memasuki Bulan Kitab Suci Nasional untuk saudara-saudari sekalian. Tema BKSN yang
ditawarkan gereja bagi kita pada tahun ini ialah “Yesus Sahabat Seperjalanan Kita”. Sampai saat ini kita
masih berada dalam situasi pandemi yang mengakibatkan krisis multidimensi dalam kehidupan kita. Ketika
membaca tema ini, memori saya dihantar pada kisah footprints (jejak kaki) yang mungkin familiar juga bagi
anda sekalian. Petikannya : suatu ketika seorang musafir berkeluhkesah kepada Tuhan, “Tuhan ketika
kutelusuri kembali perjalanan hidupku, aku menemukan hanya sepasang jejak kaki. Persis, masa itu
merupakan saat-saat terendah dan terberat dalam hidupku. Sepasang saja! Dimanakah Engkau pada saat
itu?” Tuhan menjawab, “Anak-Ku ketahuilah Aku setia ada dan menemanimu.” “Lantas dimanakah Engkau
pada saat itu?”, tanya musafir itu menginterupsi. “Sepasang jejak kaki itu adalah kaki-Ku. Pada saat seperti
itulah, aku tidak hanya menyertaimu tetapi menggendongmu agar kau bisa melewati situasi sulit yang kau
hadapi,” tandas Tuhan dengan senyum penuh ketulusan. Petiklah sendiri hikmahnya saudara-saudari
sekalian!

Injil pada hari ini mengisahkan Yesus yang menyembuhkan seorang yang tuli dan bisu. Unik, mujizat
penyembuhan ini Dia ‘sembunyikan’ dari pandangan banyak orang. Semakin disembunyikan, semakin
luaslah berita itu tersebar (bdk. Mrk. 7:36). Poin reflektif yang menjadi tawaran permenungan saya bagi kita
ialah tindakan Yesus yang menunjukkan keberpihakannya kepada orang-orang kecil. Kitab Yesaya
merupakan nubuat Tuhan pada Yesaya perihal keajaiban-keajaiban yang akan terjadi pada orang-orang buta,
tuli, bisu, dan lumpuh. Surat Yakobus menegaskan Allah yang memilih orang-orang yang dianggap miskin
dunia untuk menjadi kaya dalam iman. Nubuat itu kita temukan dalam diri Yesus yang selalu membawa
pemulihan dan sukacita bagi semua orang, dalam seluruh situasi dalam hidup kita.

Sebagai Murid Yesus, panggilan kita adalah mengikuti jalan yang pernah Ia jejakkan ribuan tahun
silam. Ada banyak jejak yang Dia tinggalkan, salah satunya kisah dalam injil hari ini. Ikut berarti meneladani
sikap dan tindakan-Nya. Kalau ia berpihak, kita pun demikian. Dalam bulan yang penuh rahmat ini, kata
berpihak mengundang kita untuk memberikan perhatian yang lebih kepada Kitab Suci, lebih dekat dan akrab
dengan sabda Tuhan. Selain itu juga, sekiranya semangat menyebarkan benih-benih sabda itu menjadi
perhatian kita. Kita punya macam-macam akun media sosial. Kita bisa manfaatkan itu untuk ambil bagian
dalam mewartakan Sabda Tuhan. Saya yakin pendalaman akan sabda itu akan menghantar kita pada
tindakan yang konkret dan praktis dalam kesaksian kita sebagai murid Kristus. Semoga kata magis Yesus
“Efata!” turut membuka hati dan budi kita yang tuli dan bisu untuk lebih dari sekadar menjadi pendengar
yakni pelaku sabda yang setia. Hendaklah iman kita akan Kristus yang penuh kasih mendapat pemenuhannya
dalam sikap penuh kasih kepada sesama yang membutuhkan!

Fr. Erik Ndeto, SX

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *