Misa perutusan Skolastikat Xaverian

web6

Para frater Skolastikat Xaverian menyelenggarakan Misa Perutusan di Kapel Wisma Xaverian Cempaka Putih, pada Senin petang (26/8). Misa ini secara khusus diadakan untuk memberi peneguhan sekaligus mengutus 21 frater skolastikat Xaverian yang akan memulai karya kerasulannya. Misa dipimpin oleh RP.Francesco Marini, SX ditemani RP.Giuseppe Buono PIME yang datang berkunjung ke Wisma Xaverian bersama para kerabatnya.

“Saya mengusulkan kepada kalian agar ladang kerasulan menjadi sarana untuk mengembangkan kepribadian kita menjadi seorang manusia, Kristiani, dan misionaris. Selain itu, kerasulan juga menjadi sarana kekudusan sebab di dalam karya kerasulan itulah kita menimba semangat Kristus”, ungkap Pastor Marini dalam khotbahnya.

1

Beberapa frater diutus untuk mengajar agama di SMUN 45, SMUN 80, SMUN 31, dan SMA 05. Semantara diutus pula beberapa frater untuk mengajar katekumen di Bina Nusantara, Universitas Tarumanegara, Universitas Atma Jaya, Paroki St. Paskalis Cempaka Putih, dan Paroki Mangga Besar. Ada juga yang diutus ke karya sosial di Cilincing, Warakas, Stasiun Senen, Putri Sion dan Djuanda, serta Kali Sunter dan Pedongkelan. Selain itu ada pula frater yang berkarya di bidang Dialog Antaragama yakni di Wahid Institute, Ma’arif Institute dan Lapesdam, Pojok Gusdur, ICRP, dan Gusdur Centre.

Usai Homili, para frater menerima salib dan Kitab Suci dari Pastor Marini secara bergantian. Pastor Marini mengatakan bahwa salib menjadi sumber kekuatan para misionaris untuk senantiasa berpegang pada Kristus. Dengan menerima salib dan Kitab Suci, mereka siap untuk menjalankan karya kerasulan sebagai sarana bersaksi.

Selain para frater skolastikat, hadir pula para frater teologan yang akan berangkat ke Parma, Kamerun, dan Mexico untuk belajar Teologi.

1

Sebelumnya telah berangkat 3 frater teologan ke Filipina. Pastor Marini juga meneguhkan para frater teologan supaya tidak takut dan ragu meskipun terkadang apa yang dihadapi tidak sesuai dengan harapan. Dengan tetap berpegang pada Kristus yang tersalib, para frater akan dapat menjalani tugas perutusan baik sebagai filosofan maupun teologan dengan baik dan semakin berkembang meskipun menghadapi   banyak tantangan dan kesulitan.  (WYD)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *