Renungan Th.B Minggu Biasa XXVIII

Ikut.. Ikut.. Ikuti Yesus

Keb. 7:7-11Mzm. 90:12-13,14-15,16-17Ibr. 4:12-13Mrk. 10:17-30

web

Fr.Yudis

Suatu hari Pangeran Dollman tertarik pada beladiri kungfu Jacky Chan. Ia sampai terbang ke Cina demi menemui Jacky Chan. Pangeran Dollman berkata,” Master Chan, apa rahasianya supaya saya bisa menjadi master kungfu sepertimu?” Jacky Chan menjawab,”tidak ada namanya bumbu rahasia, rahasia terbesar adalah dari dalam dirimu sendiri.” Pangeran Dollman masih belum puas,” Tapi saya sudah melakukan semua latihan kungfu yang dipertontokan di youtube, bagaimana supaya saya menjadi master kungfu sepertimu?” Jacky Chan terdiam sesaat lalu menjawab,”yang kurang Cuma satu, tinggalkanlah kastil indahmu, statusmu, kekayaanmu, dan jadilah master kungfu bersamaku.”  Mendengar hal itu, Pangeran Dollman menjadi terkejut dan meninggalkan Jacky Chan dengan sedih karena ia tak mampu memenuhi syarat utama menjadi master kungfu.

Begitu pulalah yang dialami oleh seorang kaya yang ingin memperoleh hidup kekal namun tidak mampu memenuhi syarat utama yang diajukan oleh Yesus agar ia menjadi sempurna, “Pergilah, juallah apa yang engkau miliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di surga. Kemudian datanglah kemari dan ikutlah Aku.” (Mrk 10: ) Orang kaya itu memiliki kerinduan untuk memperoleh hidup yang kekal dan menjadi sempurna seperti Yesus. Namun  ketika dihadapkan pada ujian kedewasaan yang ditawarkan oleh Yesus, ia tidak mampu melaksanakannya karena merasa berat untuk meninggalkan segala sesuatunya demi memeperoleh hidup kekal itu.

Saudara terkasih, mengikuti panggilan Tuhan memang membutuhkan suatu pengorbanan. Kita dituntut untuk meninggalkan segala sesuatu demi menanggapi panggilan tersebut. Sebab kita sendiri datang ke dunia tanpa membawa apa-apa. Maka, sudah selayaknya jika dalam mengikuti jejak Kristus kita berani meninggalkan segala sesuatu yang kita miliki demi memperoleh harta kekal di surga. Ingatlah bahwa Yesus bersabda, “Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah.”  Allah sendirilah yang mengambil inisiatif dalam memanggil anak-anakNya. Oleh karena itu, janganlah khawatir akan segala yang kita miliki karena sesungguhnya yang kita cari adalah harta kekal di surga. Yesus menawarkan jalan kehidupan yang sesungguhnya akan membawa kita ke dalam kehidupan kekal di surga.

(Fr. Willebrord Yudistira)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *