Renungan Th.A Mingu Biasa XXXII

Bangunan Gereja Sejati

Yoh. 2:13-22

dok.CPR42

Gereja Baru

Semasa berkarya Yesus sering kali mengajar di bait Allah. Bahkan sebelum ditangkap, Yesus pun datang ke bait Allah untuk merayakan paskah. Yesus telah mengetahui bahwa akan tiba saatnya Bait Allah itu akan di hancurkan. Akan tetapi, maksud Yesus tentang Bait Allah adalah diri-Nya sendiri.

            Kematian Yesus Kristus menghapus pembatas antara manusia dengan Allah. Allah dan manusia berjumpa dan bersatu dalam diri Yesus Kristus. Tubuh Yesus adalah Bait Allah yang baru. Bait Allah yang baru bukanlah banggunan yang mati tetapi banggunan yang hidup karena Yesus bangkit setelah kematian. Yesus adalah batu pertama yang menjadi dasar Bait Allah dalam hidup kita, yang membuat kita merasa kuat menjalani kehidupan kita di dunia ini.

            Bait Allah yang baru menandakan kehidupan yang baru, oleh karena itu kita pun harus menyadari betapa besar kasih Allah kepada kita.  Ia mengutus putra-Nya yang tunggal ke dunia untuk mengubah kehidupan yang lama menjadi baru. Pertanyaan yang selalu muncul dalam refleksi kita apakah kita sudah menjadi manusia baru untuk melayani dan berkorban untuk orang lain?.

(Fr.Djilberto Clau)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *