Renungan Minggu Prapaskah IV

KASIH ALLAH TAK TERHINGGA SEPANJANG MASA

Bacaan Injil pada Hari Minggu Prapaskah yang keempat ini, Yesus ingin menyampaikan kepada kita bagaimana kasih Allah terhadap umatnya. Yesus mencoba memberikan sebuah ingatan di masa lalu kepada kita. Sesungguhnya Allah mengasihi umatnya tanpa batas, seperti yang diperintahkan-Nya  kepada Musa untuk meninggikan ular agar bangsa Israel (yang memandang ular itu tidak dapat mati). Peristiwa Yesus yang mengambil inspirasi dalam Perjanjian Lama menunjukan bahwa Allah benar-benar mencintai umat Israel, namun cinta Allah terhadap umatnya tidak berhenti pada peristiwa di atas, bahkan Ia mengutus Anak-Nya yang tunggal ke tengah-tengah kita agar umat-Nya memperoleh keselamatan. Dalam  Perjanjian lama, yang ditinggikan adalah ular, tetapi dalam perjanjian baru yang ditinggikan adalah Putra-Nya sendiri.

Dengan demikian kita diajak untuk percaya dan berani untuk menyempatkan diri untuk memandang Yesus yang tersalib agar kita pun beoleh keselamatan. Sebab Yesus berkata siapa yang melakukan perbuatan  yang benar, maka ia datang kepada cahaya, dan cahaya itu adalah Yesus sendiri. Untuk datang kepada cahaya itu memang sulit bagi kita, karena kita sering terlena dalam kegelapan karena kegelapan lebih sering menguasai kita. Namun ajakan Yesus pada hari ini adalah bagaimana kita berani untuk meninggalkan kegelapan itu dan berusaha mengejar atau mencari cahaya itu dengan melakukan perbuatan yang benar. Semoga dalam masa prapaskah yang telah sedang berlansung ini kita berani berkomitmen untuk bealih dari kegelapan dan mencari cahaya atau Yesus itu sendiri. Amin

(Fr.Apris)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *