Renungan Th.A Minggu Biasa XXIV

Memandang Kristus yang Tersalib dan Hidup dari-Nya

Pesta Salib Suci

Renungan dari Yohanes 3:13-17 

Di dalam percakapan-Nya dengan Nikodemus, Yesus bersabda bahwa Anak Manusia harus ditinggikan seperti Musa meninggikan kepala ular. Mengapa demikian? Musa meninggikan ular agar umat dok.CPR42Israel dapat selamat dari pagutan ular, sebab siapa yang memandang ular tembaga itu akan tetap hidup. Begitu pula dengan Yesus Kristus yang mendapat gelar Anak Manusia harus ditinggikan. Istilah “ditinggikan” disini mengandung arti kematian-Nya di kayu salib, kebangkitan-Nya dari kubur, kenaikan-Nya ke surga dan kemuliaan-Nya. (bdk. Kis 2:33, 5:31, Kej 40:13, Yes 52:13)

Yesus juga bersabda,”Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.” Hidup kekal yang dijanjikan melalui Yesus pertama-tama adalah kasih Allah yang begitu besar pada dunia. Yesus sebagai Anak Bapa yang tunggal menjadi karunia demi keselamatan manusia melalui pengorbanan-Nya di kayu salib. Oleh karena itu, sama seperti umat Israel yang tetap hidup saat memandang ular yang ditinggikan, kita pun akan beroleh hidup yang kekal apabila kita tetap memandang Kristus yang tersalib dan turut ambil bagian dalam memanggul penderitaan Kristus. Anthony de Mello mengatakan bahwa menghidupi penyaliban berarti hidup sebagai orang tersalibkan tetapi dengan sukacita. Marilah kita setia memandang Kristus yang tersalib dan menjadikan-Nya sebagai pusat hidup kita hingga kita berani berkata,”Bukan lagi aku yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.”

 

Doa     : Tuhan kami mau melihat-Mu sepanjang hidup kami. Amin

 

(Fr. W. Aditya Yudistira)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *