Persahabatan di Kodamar

Hai…para sahabat tercinta, gimana kabarnya? Senang berjumpa kembali  dengan anda semua. Semoga sehat dan pekerjaannya sekses. GBU.

Saya ingin memakai kesempatan ini untuk membagi pengalaman dan kesan sederhana bersama anda tentang kerasulan saya di tahun kedua pada Skolastikat Filsafat Xaverian CPR 42. Saya merasul di Kodamar, Jakarta Utara membantu anak-anak SD kelas satu sampai kelas enem dan beberapa anak SMP untuk mendalami mata pelajar yang mereka terima di sekolah. Anak-anak ini pada umum Muslim, yang selalu menampilkan wajah penuh keramahan dan mau menerima yang lain. Mereka selalu menyambut kehadiran saya dengan senyum manis yang penuh dengan kepolosan apa adanya.

Saya merasul di tempat ini bersama tiga Frater KAJ dan beberapa sahabat kami dan Kerabat Kerja Ibu Teresia (KKIT) setiap Sebtu pukul 12.30-03.30. Perjumpaan kami dengan mereka yang begitu sering ini membangun sebuah semangat persahabatan yang penuh dengan keakraban, sehingga menciptakan suka cita, kegembiraan dan kebahagian yang membuat kami semangat dan selalu memiliki kerinduan untuk bertemu. Pertemuan yang begitu sering ini juga merobohkan keminderan dan ketakutan untuk bersahabat dari anak-anak tetapi juga di antara dan dari kami sendiri.

Pengalaman perjumpaan sederhana  ini membuat saya yakin bahwa memang persahabatan dan keakraban hanya dapat dibangun bila ada keberanian dan kerinduan untuk pergi menjumpai yang lain. Karena hanya dengan perjumpaan yang intensif itu kita menjadi sanggup untuk bergaul dan menerima yang lain. Yang lain itu adalah yang berbeda SARA dengan kita. Perjumpan itu pula yang menciptakan kepedulian terhadap yang lain.

Para sahabat terkasih, pada kesempatan ini juga saya menyampaikan kesedian saya karena perjumpaan kami ini hanya untuk  sementara waktu, harus berakhir dan perjumpaan terakhir kami terjadi  pada 29 Mei 2016. Hal ini merupakan keputusan dari seorang sahabat kami, Pak Petrus sebagai koordinator karena ada beberapa alasan pekerjaan khususnya dari para sahabat kami yang setia menemani anak-anak selama ini. Meski begitu, persahabatan dan keakraban yang kami rawat selama ini tidak begitu mudah untuk dilupakan. Kami pasti dapat bertemu kembali pada suatu saat.

Para sahabat, akhirnya saya menyampaikan terimakasih atas kesedian anda mendengarkan pengalaman sederhana ini. salam dan sampai jumpa lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *