Keselamatan: Kerja sama Allah dan Manusia

Keselamatan: Kerja sama Allah dan Manusia

Keselamatan umat manusia berasal dari Allah. Dengan segala kemurahan dan kebaikan hati-Nya, Allah berinisiatif menawarkan keselamatan bagi manusia. Ketiga bacaan yang diperdengarkan pada hari Minggu prapaskah I (hari ini), membicarakan soal keselamatan yang berasal dari Allah. Dalam bacaan I, kita mengetahui bahwa Allah melakukan perjanjian dengan Nuh yang tidak lain merupakan perjanjian akan keselamatan umat manusia. Dalam bacaan II, dikatakan bahwa… air merupakan lambang pembaptisan yang menyelamatkan manusia. Dalam bacaan injil, Yesus menyerukan “bertobatlah dan percayalah pada Injil”, merupakan seruan keselamatan bagi manusia. 

Verba menawarkan adalah gambaran sikap Allah yang menghargai kebebasan manusia. Oleh karena itu tawaran keselamatan dari Allah tidak menuntut tetapi lebih memberi semacam suatu opsi bagi manusia. Maka tawaran keselamatan dari Allah harus menyentuh keberadaan kita sebagai manusia. Dua bagian dari dalam diri kita yang kiranya berguna menanggapi tawaran Allah adalah kesadaran dan keterbukaan. Bagian kesadaran masih merupakan tahap pertama yang harus diikutsertakan tahap kedua (bagian keterbukaan). Pada tahap pertama, kita perlu menyadari diri sebagai pribadi-pribadi yang lemah, yang punya kesalahan dan dosa. Pada tahap kedua, keterbukaan untuk bersikap jujur dan berani mengatakan aku pendosa ya Tuhan. Keterbukaan akhirnya yang mendorong kita untuk mau mengaku dosa, melakukan pantang-puasa dan bertobat. Kita menjadi lebih paham bahwa melakukan pantang-puasa bukan sebagai tradisi belaka tetapi dipahami sebagai suatu yang dilakukan berkata kesadaran yang mendalam atas tawaran Allah. 

Pada masa Prapasaka ini (mumpung masih Minggu I), mari kita tanggapi seruan Yesus “bertobatlah dan percayalah pada Injil”, dengan banyak melakukan refleksi diri, masuk dalam keheningan pribadi kemudian menjalin persahabatan dengan Yesus yang intens. Kiranya dari sana kita memperoleh suatu inspirasi dan semangat hidup baru; semangat pengorbanan, semangat pelayanan, semangat kesetiaan dalam menjalankan masa retret agung ini, dan hidup kita selanjutnya. 

“Kebaikan Allah hanya dapat kita rasakan bila ada tanggapan baik dari pihak kita” 

Selamat hari Minggu Prapaskah I

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *