Kerahiman Ilahi

Kerahiman Ilahi

21Maka kata Yesus sekali lagi: “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian, juga sekarang Aku mengutus kamu”

            Dalam bacaan Injil hari ini, kita sadari bahwa ada rasa ketakutan tersendiri yang dialami oleh para murid Yesus terhadap situasi yang ada. Ketakutan membuat mereka mengunci diri dalam satu ruangan. Tentu saja, dalam situasi saat ini, kita bisa jadi takut akan terkena virus Corona, sehingga kita harus menjaga jarak dengan orang lain, sekalipun itu keluarga kita. Dari dua situasi ini, jelas yang mendominasi  adalah rasa takut atau ketakutan itu sendiri. Ketakutan itu bisa saja dalam bentuk yang beragam; takut disakiti, takut menderita, takut terkena wabah, dll. Dengan kata lain, ketakutan membuat kita menutup diri untuk melihat kehadiran Kristus di tengah kita.

            Untuk itu, pada hari ini, Kristus mengingatkan kita agar tetap memiliki damai sejahtera dalam hati kita. Sebab, dengan adanya ketenangan hati, rasa damailah, barulah kita bisa menyadari apa arti di balik semua dinamika hidup yang sedang kita alami. Damai di hati bisa mengarahkan kita melihat, mencari, dan baru kemudian merasakan bahwa memang ada rencana  Tuhan di balik situasi sulit sekalipun. Untuk saat ini, jelas, dalam situasi penyebaran Virus Corona, kita bisa merasa cemas, takut, gelisah, dll. Akan tetapi, pertanyaannya adalah, apakah keadaaan sulit yang membuat saya takut, atau rasa takut itulah yang memang membuat saya tidak tenang? Dan di sinilah kita, sebagai orang Kristiani dituntut untuk berani melihat harapan akan kebangkitan Kristus.

            Kebangkitan Kristus itu nyata saat kita menyadari bahwa kita masih punya harapan. Iman menjaga kita untuk tetap berharap akan adanya hidup yang lebih baik. Harapan kemudian menuntun kita pada kedamaian hati. Dan pada akhirnya, harapan, damai sejahtera mengarahkan diri kita secara penuh pada tindakan Kasih. Sebab kasih itu mendorong kita sampai pada kesudahannya untuk terus mencari, melihat, dan mencintai Kristus dalam segala hal. Hal ini yang membedakan kita dari orang yang tidak beriman. Adakah  iman dan harapanmu di balik situasi sulit ini?

Tuhan memberkati. Amin.

Fr. Martin, sx

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *