Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat Ke Surga

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat Ke Surga

Lukas 1: 39-56

 

Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana (Lukas 1: 45).

Dalam lingkungan umat Kristiani, Bunda Maria tentu tidak asing lagi. Bunda Maria menjadi teladan bagi orang yang percaya. Dan pada kesempatan ini, Gereja merayakan diangkatnya Bunda Maria ke Surga. Apa yang membuat Bunda Maria istimewa dalam Gereja? Dalam hal ini, setidaknya ada tiga bagian besar yang membuatnya istimewa.

Pertama, Bunda Maria adalah teladan orang beriman, terutama para Misionaris. Hal ini tergambar dari sikapnya yang mau terus-menerus memberikan dirinya dalam pelayan cinta kasih. Ia setia untuk menjawab semua kemungkinan yang datang dalam hidupnya dengan cara tetap setia memberikan dirinya pada jawaban “YA” atas tawaran dari Allah dalam mengandung Yesus. Artinya, kesetiaan adalah konsekuensi dari cintanya pada Allah dan sesama. Untuk itu, Ia segera memberikan perhatian khusus bagi saudaranya, Elisabet, yang membutuhkan pertolongan meskipun perlu melakukan perjalan yang jauh. Dalam hal ini, jelas bahwa tempat yang jauh dan sulit bukanlah suatu halangan baginya dalam memberikan berkat pada sesama.

Kedua, Bunda Maria memiliki sikap kerendahan hati, (…dan nama-Nya adalah Kudus. Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.) Ia tidak mau menonjolkan dirinya. Dalam mewartakan berkat kasih yang diterimanya, ia lebih mengedepankan Allah sebagai sumber segala kehidupan. Ia begitu sadar bahwa kehidupannya tidak lain merupakan anugerah belaka yang perlu untuk terus ditanggapi dan dihidupi. Ketulusan itu tentu berasal dari Kristus yang dibawanya dalam kandungannya. Artinya, Maria sungguh menyadari kehadiran Kristus dalam dirinya. Untuk itu, ia juga dengan sadar dan mau membagikan Kristus itu sebagai sumber segala pengharapan bagi sesamanya.

Ketiga, Bunda Maria menyadari dirinya sebagai seorang Bunda. Artinya, ia sadar betul akan perannya dalam memberikan kasih pada Yesus dan sesama. Kasih pada Yesus dimulai dari kehadiran dirinya bagi orang-orang di sekitarnya. Hal ini terwujud dalam sikapnya yang rela mendampingi Yusuf dan Yesus sampai pada kematiannya. Dan setelah itu, ia tetap setia mendampingi para murid untuk terus bertumbuh dalam iman; kenyakinan bahwa Allah tidak lagi jauh, ia telah hadir menyapa manusia dalam kehidupan pribadi Kristus. Dan hal inilah yang terus kita imani hingga saat ini.

Selamat Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat Ke Surga. Tuhan memberkati. Amin.

 

Fr. Martinus Zalukhu, SX

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *