Mendengar Dia yang Memanggilmu

Mendengar Dia yang Memanggilmu

Pada hari Minggu Paskah IV ini kita diajak untuk merenungkan dan mensyukuri panggilan kita sebagai umat Kristiani, terkhusus bagi mereka yang mengabdikan seluruh hidupnya untuk menjadi imam, suster, bruder dan kaum biarawan/i lainnya. Dengan semangat iman yang hidup, kaum biarawan/i ini mengusahakan dirinya untuk mengikuti Yesus, Sang Gembala Agung yang memanggil mereka untuk menjadi bagian dari perutusan-Nya di dunia. Pembaktian diri yang total kepada karya Yesus di dunia dan persembahan diri yang murni menjadi sebuah usaha dan doa tak henti bagi kaum religius.

Bacaan hari ini membantu kita untuk memahami arti panggilan luhur tersebut. Yesus bersabda demikian, “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.” (Yoh. 10:27). Suara Yesus yang menggema di dalam hati setiap orang yang terpanggil untuk menjadi biarawan/i disadari sebagai sebuah anugerah yang luhur. Suara itu juga membebaskan kita, umat yang dikasihi-Nya untuk memilih jalan hidup yang baik dan sesuai dengan kehidupan kita. Yang terpenting bagi kita adalah keterbukaan hati untuk mendengar suara Yesus itu dan dengan rela hati mempersembahkan segala rencana dan niat-niat baik kita kepada Yesus. Kita percaya bahwa dengan persembahan diri yang total, kita telah mengikuti Yesus sampai pada kesempurnaan hidup Kristiani kita. Entah kita terpanggil untuk menjadi seorang religius atau awam beriman, kita tetap dituntut untuk memberikan yang terbaik bagi Tuhan dan sesama.

Rasul Paulus dan Barnabas dengan sukacita melanjutkan karya Yesus dan berkata demikian, “Sebab inilah yang diperintahkan kepada kami: Aku telah menentukan engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya engkau membawa keselamatan sampai ke ujung bumi.” (Kis 13:47). Dalam karya kerasulan kita di dalam keluarga dan komunitas kita dipercaya oleh Allah untuk menjadi terang dengan satu atau berbagai cara yang sesuai dengan kemampuan kita. Kita akan menjadi sebuah persembahan yang utuh dan berharga bagi dunia saat ini. Percayalah akan sabda Yesus ini, “..dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.” (Yoh. 10:28)

Maka dari itu, marilah kita mohon rahmat ketekunan dan keterbukaan hati dari Roh Kudus agar mampu mendengar suara Yesus dan melaksanakan setiap karya kita dengan gembira dan murah hati. AMIN.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *