Yesus Menonton Pertandingan Sepakbola

Yesus Menonton Pertandingan Sepakbola

Minggu biasa XXVI
Mrk. 9:38-43.45.47-48

Suatu hari Yesus mercerita bahwa Ia belum pernah menyaksikan pertandingan sepakbola. Maka aku dan teman-teman mengajak Dia untuk menonton. Waktu itu ada pertandingan yang sangat sengit sama seperti pertandingan Real Madrid melawan Barcelona. Pertandingan yang kami toton saat itu adalah kesebelasan Protestan melawan kesebelasan Katolik.

Kesebelasan Katolik memasukkan bola terlebih dahulu. Yesus bersorak gembira dan melemparkan topiNya tinggi-tinggi. Lalu ganti kesebelasan Protestan yang mencetak goal, Yesus pun bereaksi lagi dengan cara yang sama, bersorak dan melemparkan topiNya tinggi-tinggi. Aku menjadi bingung. Maka aku berani untuk bertanya “ Yesus, Engkau berteriak untuk pihak siapa sih?” “saya” jawab Yesus, yang rupanya sangat terpesona dengan permainan itu. “oh Saya mah tidak bersorak bagi salah satu pihak, saya hanya senang menikmati permainan ini”.

Sewaktu pulang, pembahasan kami bukan lagi tentang para pemain sepakbola itu melainkan salah satu teman kami mengatakan kepada Yesus bahwa orang-orang beragama itu aneh karena mereka selalu menggira, bahwa Allah ada di pihak mereka dan melawan orang-orang yang ada di pihak lain.. mendengar celotehan temanku ini, Yesus pun mengangguk setuju. “ itulah sebabnya Aku tidak mendukung agama: Aku mendukung orang-orangnya”, kata Yesus. “orang lebih penting dari agama. Manusia lebih penting daripada hari sabat.” “eh Tuhan berhati-hatilah dengan kata-kataMu” kata salah seorang diantara kami dengan was-was. “Engkau pernah disalibkan loh karena mengucapkan kata-kata serupa itu” “ya dan justru hal itu dilakukan oleh orang-orang beragama” kata Yesus sambal tersenyum.

Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus Tuhan, bacaan Injil hari ini menceritakan tentang murid-murid yang melaporkan kepada Yesus bahwa ada orang yang mengusir setan dalam nama Dia. “Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita. ” Tetapi kata Yesus: “Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorangpun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku. Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita, (Mrk, 9:38-43).

Melalui cerita di atas, saya melihat ada kaitannya dengan bacaan Injil pada hari minggu ini, bahwa murid yang merasa bahwa dia yang dekat dengan Yesus itulah yang seolah menjadi pantas untuk melakukan segala sesuatu dengan menyebut nama Yesus. Sementara yang lain itu tidak boleh. Makanya orang lain itu dicegah. Saya mencoba menempatkan diri saya sebagai murid yang mencegah orang lain itu. Saya justru bertanya lebih lanjut, mengapa orang yang berbuat baik hanya karena dengan menyebut nama Yesus kok dicegah? Jawaban tidak lain yang bisa saya temukan adalah karena adanya sikap sombong, iri hati/cemburu dan penuh kekawatiran. Sombong karena seolah-olah kalau sudah dekat dengan Tuhan, maka hanya dia yang pantas. Padahal belum tentu, karena ada orang yang begitu dekat dengan Tuhan, berdoa dan baca Kitab Suci, doa tiap hari atau tiap minggu, tapi ketika misalnya keluar dari gereja, melihat parkiran yang tidak beres, muka langsung cemberut atau marah-marah, dst. Kisah di atas dan bacaan injil ini tidak lain adalah menggambarkan diri saya dan kita umat Kristiani sendiri yang kadang hidup tidak jauh dari sikap iri hati, sombong dan selalu kawatir.

Maka marilah pada kesempatan yang indah ini, kita gunakan untuk mohon rahmat Tuhan agar kita dapat berubah menjadi orang yang rendah hati, selalu positif thinking dan penuh percaya kepada Allah. Semoga.
Ryan M, SX

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: