Mazmur, Doa Segala Zaman

Mazmur, Doa Segala Zaman

Oleh Alexander Ivan Pasca Putra

“To open the book of psalms is to open the door into the worship of all believers in all countries of the world in all centuries from 1.000 B.C till the present time.”[1]

Kalimat ini sangat menantang saat kita mengingat betapa besarnya perbedaan tekanan teologi ditengah Gereja saat ini. Suatu Gereja dapat melantunkan mazmur dengan prosa, yang lain dapat menyanyikannya dengan gaya/bentuk metrikal. Ada begitu besar perbedaan cara berpikir antara pemazmur kuno dengan kita saat ini. Mazmur diperkirakan sudah berusia 3000 tahun. Lagi pula, terjemahan kata yang kita gunakan sekarang belum tentu sama dengan teks aslinya. Lalu mengapa mazmur masih dapat menjadi pintu yang menghubungkan penyembahan semua umat beriman di segala negeri di dunia di segala zaman dari tahun 1.000 SM hingga saat ini? Yang jelas adalah bahwa dengan menyanyikan atau membaca mazmur kita turut ikut menyembah Allah, ikut melestarikan tradisi penyembahan yang khas ini yang telah ada sejak 1000 SM.

Kata “mazmur” berasal dari bahasa ibrani yang berarti nyanyian. Mazmur-mazmur dialamatkan untuk Allah. Mazmur juga berbicara tentang kehendak mencintai dan tujuan Allah. Beberapa mazmur adalah keluhan dari hati yang berbicara secara langsung kepada Allah. Mazmur lainnya lebih bersifat personal; pengakuan si pendosa yang merasa telah terpisah dari Allah. Lainnya lagi memperlihatkan keadaan terbaring sakit di tempat tidur, dan hampir mati. Di tempat lain dalam Mazmur kita pun dapat melihat suatu bentuk syukur dan puji-pujian.

Berikut ini akan dipaparkan refleksi dari mazmur 23 dari Knight. Kita akan melihat apa makna Mazmur ini dengan kehidupan orang-orang Yahudi dan apa maknanya bagi umat Kristiani di abad dua puluh ini.

Sebuah Perjamuan Rahmat[2]

Mazmur 23 dapat dikatakan sebagai mazmur favorit di dunia. Mazmur ini favorit bagi bangsa Yahudi, Ortodoks Timur, Protestan Barat, dan agnostik.[3] Biasanya mazmur ini digunakan di dalam perkawinan, dan khususnya dibacakan atau dinyanyikan di acara penguburan. Mazmur ini secara nyata mengekspresikan pengalaman pribadi yang privat akan rahmat Tuhan.

Knight menunjukkan bahwa dengan membaca mazmur ini kita dapat menyadari bahwa Allah adalah Kasih, Allah adalah setia, Allah tidak akan melepaskan kita. Mazmur ini membentangkan kesetiaan-cinta Allah untuk kita dalam tiga tingkat.

Pertama, ketika kita hidup di dunia, selama kita hidup “dengan”-Nya, mengizinkan-Nya untuk hidup bersama kita, kita akan mengalami sukacita yang dalam. Kita akan mengalami kepuasan dan keamanan yang domba rasakan melalui kehadiran gembalanya yang baik.

Kedua, Hidup kita tidak seluruhnya seperti sebuah taman mawar. Kita dapat saja mengalami secara mendalam dan mensyukuri kehadiran Tuhan di saat hidup kita sedang berjalan dengan baik. Bagaimana pun David menyatakan, kita juga dapat merasakan Allah ketika hidup kita berjalan tidak baik, walaupun cahaya memudar dan kita menemukan diri kita di dalam kegelapan. Frase yang Daud gunakan adalah “Lorong Gelap atau Lembah Kelam”. Jadi, idenya adalah bahwa Allah menghibur dan menguatkan kita di segala macam kegelapan; saat-saat kita depresi, sakit keras, ditolak oleh teman, ketakutan untuk mengetahui ketidaksetiaan pasangan hidup, atau pun saat merasakan kematian itu sendiri. Hamlet merefleksikan kematiannya yang akan datang dengan menunjukkan suatu “negeri antahberantah siapapun yang menjelajahinya tidak akan pernah kembali.” Akan tetapi, Kehadiran kasih Allah, David menganggap, lebih terlihat nyata dalam keadaan seperti ini daripada saat hidup kita berjalan dengan baik. Kita ingat bahwa dalam pemikiran injil, walaupun Allah adalah terang, Ia juga tinggal di dalam kegelapan agar kita datang kepadaNya.

Daud menyatakan bahwa Allah adalah Allah yang ramah, Ayah yang telah menyiapkan anak sapi tambun spesial sebelum kembalinya anaknya yang hilang. Refleksi ini dapat kita lihat dari kata-kata Daud, “Ia menyegarkan jiwaku.”, yang mana sungguh,”Ia menuntun aku di jalan yang benar.”[4] Allah ingin sekali menjamu, sekalipun musuh-musuh Daud, asalkan mereka datang ke rumah dan ikut dalam perjamuan. Dalam Perjanjian Baru, keramahan Allah di masa yang kekal digambarkan seperti undangan untuk ikut pesta perkawinan Anak domba.(Wahyu 19:9).

Kita ingat juga bahwa Daud dulu merupakan raja dari kerajaan Allah yang megah, yang mana semua yang Allah miliki tunduk dibawah pemerintahan Daud. Oleh karena itu, aku dalam frase “Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak” menunjukkan semua subjek yang berada dalam Kerajaan Allah. Konsekuensinya, kegembiraan yang kita rasakan saat diminyaki untuk melayani Allah lebih dari yang dapat kita rasakan; yang mana rahmat kasih Allah yang tak terkatakan itu membuat pialaku penuh berlimpah.

Tibalah kita pada tingkat yang ketiga. Sejak janji cinta Allah menjadi dasar dari hidup saya pada tingkat yang pertama, ketika semua berjalan baik; dan sejak saya mencapai tingkat yang kedua, saat saya dapat menemukan rahmat Allah di dalam lembah yang kelam; kemudian saya sadar bahwa Allah selalu berbuat yang baik untukku (sama seperti pengertian orang Ibrani) Allah adalah Hesed. Loyalitas dan cintaNya yang teguh akan selalu mengikuti hari-hari dalam hidupku.

Mazmur 23 dalam PB

Mendengar isi mazmur 23, khususnya kata Gembala yang terdapat dalam mazmur ini, intuisi kita mungkin mengantarkan kita pada kisah-kisah di perjanjian baru. Untuk membuktikan kebenaran intuisi kita itu baiklah kita lihat beberapa temuan Hans Kraus berikut ini.[5] Ada beberapa peristiwa dalam Injil Yohanes yang adalah alusi atau kutipan dari Mazmur ini. Yohanes 10:11, dalam konteks perikop Gembala yang baik, mengandung gema dari Mzm ini, “Tuhanlah gembalaku, aku takkan berkekurangan . Dalam Yohanes 10:10, Yesus sang Gembala baik berkata, “Aku datang supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyai dalam segala kelimpahan (Tiepuraov).” Inilah tujuan dan cita-cita Yahweh.

Dalam Wahyu 7:17 kedamaian eskatologis dalam kerajaan Allah yang kekal diilustrasikan dengan sebuah metafora yang menunjuk Mazmur 23:2, “Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan.”[6]

 

Penutup

Sekali lagi dapat kita katakan bahwa mazmur itu merupakan sebuah pintu yang menghubungkan penyembahan semua umat beriman di segala negeri di dunia di segala zaman dari tahun 1.000 SM hingga saat ini. Dari mazmur 23 ini saja sudah dapat kita rasakan makna yang mendalam bagi kita yang hidup di zaman ini. Hal ini membuktikan bahwa mazmur tidak hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yahudi ribuan tahun yang lalu, tetapi juga setiap orang dari berbagai negeri dan segala zaman. Lagi pula, di dalam Injil sendiri dimasukkan beberapa petikkan mazmur, salah satunya mazmur 23 ini. Hal ini menunjukkan betapa besar penghormatan Gereja atas kitab Mazmur sebagai buku doa. Dengan membaca mazmur khususnya mazmur 23, umat Kristiani seakan diajak untuk mengalami cinta dan loyalitas Allah dalam Putra sebagai Gembala yang baik. Dari sini sungguh terlihat betapa agung kitab Mazmur yang dapat didoakan oleh seluruh umat beriman lintas budaya, bahasa, dan segala zaman.

 

Daftar Pustaka

Knight, G.A.F.  The Daily Study Bible:The Psalm Vol.I. The Saint Andrew Press:Scotland. 1985.

Kraus, Hans-Joachim. Theology of the Psalms. diterjemahkan oleh Keith. Minneapolis:Augsburg. 1986.

[1]Knight, G.A.F,  The Daily Study Bible:The Psalm Vol.I, (The Saint Andrew Press:Scotland,1985), 1.

[2]Di sarikan dari buku Knight, G.A.F,  The Daily Study Bible:The Psalm Vol.I, 114-118.

[3]Knight, G.A.F,  The Daily Study Bible:The Psalm Vol.I, 115.

[4] Sebenarnya dalam bahasa Indonesia lebih tepat menggunakan kata “memulihkan” daripada “menyegarkan” karena terlihat lebih sesuai dengan refleksi tentang anak yang hilang yang kemudian kembali kepada Bapa. Istilah ini sesuai dengan yang digunakan Knight “restores”. Knight, G.A.F,  The Daily Study Bible:The Psalm Vol.I, 116.

[5] Kraus, Hans-Joachim, Theology of the Psalms, diterjemahkan oleh Keith, (Minneapolis : Augsburg, 1986), 198.

[6] Kraus, Hans-Joachim, Theology of the Psalms, diterjemahkan oleh Keith, 203.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: