Renungan Minggu Biasa XXIII Th.A

Renungan Minggu Biasa XXIII Th.A

Matius 18 : 15-20

Bacaan injil pada hari minggu ini manampilkan gambaran yang khas tentang arti kebersamaan dalam hidup bermasyarakat. Secara jelas Yesus menunjukan arti kebersamaan ketika kita hidup bersama dengan orang lain. Panggilan untuk hidup menjadi murid Krisatus pertama-tama adalah agar setiap orang mampu hidup bersama dan bersatu dengan orang lain. Setiap kita yang menyatakan diri sebagai murid Yesus mesti mampu untuk setia tinggal bersama dengan Yesus, karena hal itu merupakan syarat agar kita mampu tumbuh dalam kasih persaudaraan yang akrab dengan pribadi Kristus. Ketika kita akhirnya mampu bersatu dengan Kristus, kita perlahan-lahan mulai masuk dalam hidup baru dengan pola pikir serta tindakan yang sama seperti Yesus. Contoh kecil yang bisa kita lakukan adalah ketika kita dihadapkan pada masalah atau pun persoalan dengan sesama kita, misalnya seorang teman, tetangga ataupun orang lain berbuat salah kepada kita dan membuat hati kita tersakiti.

Kita diharapkan mampu untuk berdialog sebagaimana yang dikehendaki oleh Yesus sendiri sehingga membuat kita berdamai dengan hati kita sambil menciptakan kerukunan dengan orang lain. Sebagai orang Kristiani tentu kita mengetahui bahwa inti dari iman kita dalam memberikan kesaksian adalah hidup bersama sebagai saudara. Pengalaman hidup jemaat perdana kiranya menjadi teladan bagi kita untuk mampu merealisasikan ungkapan  Yesus yang demikian ‘’ Di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, disitu Aku ada ditengah-tengah mereka’’. Maka, mendengarkan Firman-Nya, berdoa bersama dan sikap mengormati terhadap orang lain merupakan kunci menunju persatuan yang mesra dengan pribadi Kristus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: