Renungan Minggu Biasa IV

Renungan Minggu Biasa IV

 Zef  2: 3; 3: 12-13; 1 Kor 1: 26-31; Mat 5: 1-12a

Sabda Bahagia: Aku Di Hadapan Allah

Selamat dan salam akhir pekan bagi saudara-saudari yang saya cintai dalam Kristus Tuhan. Kita patut bersyukur kepada Allah atas kasih dan rahmat-Nya yang terus-menerus menjiwai kehidupan kita serta memampukan kita untuk melaksanakan setiap detik perjuangan kita dalam  kehendak-Nya.

Merefleksikan bacaan dari Injil Matius yang diperdengarkan kepada kita Minggu ini, sungguh merupakan sebuah tawaran yang sangat mempesona, yaitu tawaran Sabda Bahagia. Keterpesonaan sabda itu, nampak dalam ungkapan Tuhan Yesus tentang kebahagiaan dan sukacita bagi orang yang mendengarkannya.

Sabda Bahagia itu juga dilukiskan sebagai identitas seorang Kristen yang mengalami dan menyadari bahwa dirinya adalah anugerah yang dikasihi oleh Allah. Oleh  karena itu, ia hanya mementingkan kehendak Allah dalam keseharian hidupnya. Bagi saya, tawaran Sabda Bahagia ini adalah suatu desakan untuk mengarahkan dan mempercayakan diri pada Allah. Hal ini didesak juga oleh sabda Yesus yang mengatakan “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (Mat 6:33). Menyerahkan diri kepada Allah adalah sebuah proses perjuangan besar dan penuh tanggung jawab.

Dalam terang Firman Yesus, kita memahami  bahwa Ia sedang menginstruksikan para pengikut-Nya untuk memahami ajaran yang adalah milik-Nya. Ia mau supaya ajaran itu dibawa  dan diteruskan oleh para pengikut-Nya guna meneruskan dan menularkan sukacita dan kebahagiaan yang bersumber dari Allah sendiri. Melalui ungkapan sabda bahagia, kita menyadari bahwa diri kita berharga bagi Allah.

Dalam ajaran-Nya, Yesus berkata: “Berbahagialah orang yang murah hatinya karena mereka akan beroleh kemurahan, berbahagialah orang yang membawa damai karena mereka akan disebut anak-anak Allah” (Mat 5: 7-9).

Pun, Yesus memuji bahagia orang yang murah hatinya,,,,,,. Orang yang dipuji Yesus adalah mereka yang mengikat diri pada harta surgawi dan mengikat diri pada Allah. Sebab,  mereka tahu bahwa hanya Allah sendirilah yang sanggup menolong sekaligus sebagai sumber pengharapan mereka. Sikap berdamai yang mencakup kerinduan pada setiap orang untuk hidup bersaudara. Keadaan ini memungkinkan kita untuk melihat yang lain dalam terang wajah Kristus dan sebagai saudara untuk diterima dan dipeluk.

Kesadaran untuk hidup berdamai dengan segala kemurahan hati yang kita miliki, sungguh merupakan sebuah kerinduan setiap orang untuk hidup bersatu dalam masyarakat, keluarga, komunitas dan antarrelasi setiap pribadi. Pencarian akan kehidupan demikian adalah sebuah pencapaian yang harus dimiliki oleh seorang murid Kristus, karena semuanya itu menunjukkan bagaimana Kabar Gembira Kristus yang di dalamnya Allah menjadikan semua hal-hal baru melalui pencurahan Rahmat-Nya. Sabda Bahagia yang dianugerahkan-Nya, dan khususnya Roh Kudus yang selalu meyakinkan iman kita kepada Allah yang sungguh mencintai kita semua.

Saudara-saudari yang dikasihi oleh Tuhan Yesus, perjuangan kita dalam menjalankan sikap sebagai seorang murid, belumlah cukup jika hanya mengandalkan kekuatan sendiri saja. Suatu tuntutan yang besar bagi kita, ialah bagaimana kita menghayati Sabda Bahagia di tengah arus modern yang serba instan. Tuntutan dan perjuangan itu merupakan alasan yang menjadi keutamaan kita dalam menyikapi semangat membangun dunia perdamaian dengan orang yang kita cintai, khususnya “Yang dianggap musuh”. Di sinilah kita dihadapkan untuk menjadi perpanjangan tangan kasih Allah, untuk memeluk kembali yang tercerai berai dan menuntun yang kehilangan harapan.

Saya pun meyakini bahwa langkah perjuangan dan harapan merupakan sebuah sumber kekuatan baru untuk memulai suatu alinea kehidupan bersama. Kebersamaan itu akan merangkul kita dalam memperoleh penghiburan yang sejati dari Kristus Tuhan.

Pengharapan adalah tongkat penyangga kehidupan kita dalam mengunyah dan menikmati pemberian Tuhan melalui kehadiran setiap orang yang kita cintai. Amin.

 Servasius Haryono Azist

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: