RENUNGAN MINGGU ADVEN II

RENUNGAN MINGGU ADVEN II

BERTOBATLAH,…!

 

BAC. I Yes 11:1-10

BAC. II ROMA 15:4-9

INJIL Mat 3:1-12

candles2Masa Adven merupakan masa khusus yang Gereja sediakan bagi kita untuk mempersiapkan diri menyambut datangnya Sang Juru Selamat. Pada minggu adven yang kedua ini kita diminta kembali untuk merenungkan cara kita mempersiapkan diri dalam rangka menyambut kelahiran Sang Juru Selamat. Bacaan-bacaan yang Gereja tawarkan pada minggu kedua Adven ini mau menunjukkan pada kita sekalian siapa sebenarnya yang sedang kita nantikan kedatangannya dan bagaimana cara kita mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan-Nya.

          Sosok Yohanes Pembaptis yang tampil dan menyuarakan  pertobatan di padang Gurun Yudea mau menunjukkan pada kita bagaimana kita harus mempersiapkan diri dalam rangka menyambut kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus. Pertobatan menjadi jalan utama yang harus ditempuh dalam sebuah proses panjang dari perjalanan hidup manusia. Kesadaran untuk memperbaiki diri dan kembali mengarahkan diri pada Yesus Kristus merupakan kunci utama dari keberhasilan kita mempersiapakan diri untuk menyambut Tuhan.

Hal yang sebenarnya perlu kita tanyakan berikutnya adalah pertobatan seperti apakah yang penting dalam menyambut kristus. Banyak orang berpikir bahwa bertobat hanyalah soal menghentikan segala tindakan buruk yang kita lakukan sehari-hari dan menggantikannya dengan tindakan-tindakan baik yang dapat membantu sesama kita. Hal ini memang tidak salah apa lagi ini juga bukanlah hal yang mudah, sangat dibutuhkan usaha dan daya juang yang tinggi dalam mewujudnyatakannya, akan tetapi di samping itu semua ada hal yang sebenarnya jauh lebih penting bahkan cenderung lebih sulit untuk dilakukan, yakni  “pertobatan religius”.

 Pertobatan religius adalah pertobatan yang mengundang kita untuk mengubah visi atau cara pandang kita tentang Allah. Selama ini kita mengimani sosok Allah dengan berbagai macam ide yang seringkali hanya merupakan gambaran duniawi belaka. Tanpa sadar kita memperlakukan atau memposisikan Allah tidak lagi pada tempat-Nya. Semua itu nampak dari cara kita berdoa bahkan dari cara kita bertingkah laku. Percaya atau tidak, ketika kita condong meyakini bahwa Allah adalah sosok yang adil yang selalu menghakimi semua orang, maka cara kita bersikap pun akan seringkali menghakimi orang lain. kita akan cenderung menjadi seperti Allah yang kita imani. Ketika kita memohon datangnya uang yang melimpah atau bahkan mohon agar bisa memenangkan lotre, bukankah saat itu kita sedang menjadikan Tuhan sebagai BANK Surgawi atau bahkan menjadikan Tuhan sebagai pemilik undian lotre. Dari pada mengikuti cara atau aturan main dari Tuhan, kita malah menarik Tuhan untuk mengikuti aturan main kita. Jika demikian yang terjadi, maka yang sesungguhnya terlaksana bukanlah kehendak Allah melainkan kehendak diri kita.

Bacaan Injil hari ini menjadi semacam undangan untuk kita agar terus menerus memperbaiki dan mencari visi tentang Allah yang sesungguhnya. Hanya dengan demikianlah kita dapat benar-benar menyambut kelahiran Tuhan yang sebenarnya. Bisa jadi yang dinantikan oleh semua umat katolik di seluruh dunia adalah Yesus, tetapi Yesus yang seperti apa? Mungkin setiap orang punya gambaran dan harapan masing-masing tentang-Nya. Sejauh kita mengenali Dia sebagai kepenuhan CINTA yang tanpa batas dan rela dilukai, kita sudah berada pada koridor yang tepat dalam memandang Yesus Kristus.

Fr. Amcbrosius R. Agung Surya Mentaram SX

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: