KAUL PERTAMA 7 NOVIS

KAUL PERTAMA 7 NOVIS

Siang kemarin (02/07/16) merupakan momen yang sangat suci nan indah bagi tujuh frater Novis Serikat Xaverian di Novisiat Xaverian Bintaro. Di saat itulah mereka mengikrarkan kaul pertama mereka dihadapan Tuhan, Provinsial, para Xaverian dan umat-umat yang turut hadir.

Ketujuh Frater yang mengikrarkan kaul pertamanya berasal dari latar belakang budaya yang berbeda. Mereka berasal dari Manggarai NTT, Balige, Bali, hingga Atambua. Yang berasal dari Manggarai adalah Fr. Ardin, Fr. Jony, Fr. Arnold, dan Fr. Azist. Sedangkan Fr. Wandy berasal dari Balige SUMUT , Fr. Rian dari Atambua, dan Fr. Agung dari Bali.

13581908_299944630354757_3631626879852563096_o

Kiri-kanan: Fr.Ardin, Fr.Joni, Fr,Wandy, Fr.Rian, Fr.Agung, Fr.Arnold, Fr.Azist

Ketujuh Frater ini mengambil sebuah motto kaul yang berbunyi, “arahkanlah pandanganmu pada Kristus. Sebuah motto yang akan selalu mengingatkan mereka untuk tetap fokus pada perutusannya dan juga fokus pada Sang Pengutus, Yesus Kristus. “Kami berharap bahwa kami dapat tetap setia dan tidak kehilangan fokus saat menjalani panggilan kami di tahap selanjutnya”, ungkap Fr.Wandi saat mewakili teman-temannya mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan dan semua yang telah mendukung mereka.

13580603_299944470354773_3164520968527606004_o

P.Anton saat homili

P.Antonius Wahyudianto selaku pimpinan Provinsial Serikat Misionaris Xaverian Indonesia menjadi konselebran utama pada misa pengikraran kaul ketujuh frater novis ini. Beliau dalam homilinya berpesan agar para novis yang baru saja mengikrarkan kaul untuk punya semangat Rasul Paulus yang merasa celaka apabila tidak mewartakan Injil. “Seperti Rasul Paulus kita (misionaris Xaverian) mesti lebih memilih mati daripada tidak mewartakan Injil,” tegasnya. “Dalam mewartakan injil para misionaris harus menunjukkan suatu wajah sukacita karena yang kita kabarkan tidak lain adalah kabar sukacita”,tambahnya. Ia mengibaratkan seperti sebuah biola yang dimainkan dengan indah dan syahdu, Kristus yang kita wartakan haruslah dapat terdengar serta dirasakan oleh semua orang dengan indah dan penuh sukacita.

(Ivan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: