Pergilah Kalian Diutus

Pergilah Kalian Diutus

Semua kisah pasti ada akhir yang harus dilalui. Berjumpa punya konsekuensi untuk berpisah. Dalam arti ini bahwa orang yang saling berjumpah dan berpisah mengalami pemaknaan hidup. Mengapa? Karena pengalaman yang ia alami saat perjumpaan membuat dia berani melangkah untuk melepaskan perjumpaan itu.

Sejak 8 tahun menjadi rektor Skolastikat Xaverian Indonesia, Padre Mateo Rebecci SX berjumpa dengan berbagai budaya dan pola pikir dalam relasinya dengan sesama. Tentu banyak perbedaan dalam setiap perjumpaan itu. Akan tetapi, dalam berbedaan itu justru nampak Kasih Kristus. Berjumpa dalam kasih berarti ada saling keterbukaan dan saling pengertian. Hal inilah yang dirasakan Padre Mateo dalam perjumpaan dengan sesamanya. Ia pernah bermisi di kepulauan Mentawai dan kini ia akan kembali melanjutkan karya yang dahulu pernah ia taburkan. Sebagai penggantinya untuk menjadi gembala di Skolastikat Cempaka Putih 42 (CPR42), Provinsial SX Indonesia menunjuk P. Vitus Rubianto Solochin SX. Padre Rubi sebelumnya bertugas sebagai pastor rekan di paroki St. Maria de Fatima Toasebio kurang lebih selama 2 tahun.

IMG_0253ss

P.Matteo menyerahkan jabatan rektor kepada P.Rubi

Dalam Ekaristi yang dirayakan pada Kamis, 14 Juni 2015, tepatnya pada Pesta St. Barnabas Rasul, kedua misionaris itu diutus untuk melakukan karya Tuhan; P Mateo diutus ke kepulauan Mentawai dan P Rubi diutus sebagai rector Skolastikat Xaverian Indonesia. Serah terima jabatan ini dikukuhkan dalam Ekaristi kudus yang disaksikan oleh provisial SX Indonesia, P Antonius Wahyudianto SX, P Francesco Marini SX, P Cirio Rudolfo SX, dan para frater Skolistikat CPR42. Dalam kotbahnya, senada dengan bacaan pertama, P Anton mengatakan bahwa kedua misionaris ini mirip dengan Barnabas dan Paulus, yang dengan berani dan siap diutus ke mana pun diutus.

Pesan terakhir dalam masa jabatannya, P.Matteo mengungkapkan permintaan maaf, karena ia tahu bahwa tentu ada kesalahan dalam mengambil keputusan atau pun dalam berelasi dengan P.Marini, P.Ciroi dan para frater. Ia juga mengungkapkan rasa bahagianya karena komunitas Cempaka Putih adalah keluarganya. Ia akan selalu mendoakan para penghuni komunitas CPR42 agar semakin semangat dan berani untuk menjadi rajawali misioner. Bagi P Rubi, ini bukanlah jabatan baru, karena sebelumnya ia pernah menjadi wakil rektor di tempat yang sama. P.Rubi mengatakan, “Marilah kita berjalan bersama…”

IMG_0311ww

HUT Fr.Purba, Fr.Eki, Fr.Seles, Fr.Joni

Acara perpisahan, serah terima jabatan, acara ulang tahun bagi mereka yang berulangtahun dalam bulan ini, berlangusung dengan meriah di aula CPR 42. Suguhan makanan khas Bali, semakin menambah rasa kekeluargaan diantara  para penghuni CPR 42 dan para penderma . Akhir kata, pergilah kalian di utus dan marilah kita menjadikan dunia satu keluarga.

(Valeri Jan Nahak)       

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: